Rabu, 30 Desember 2009

PUISI KEINDAHAN ALAM

puisi keindahan alamPuisi tentang keindahan alam merupakan sebuah karya dari imajinasi yang ditimbulkan dari keindahan alam yang menakjubkan.

Langit, awan, matahari, bintang, pegunungan, hutan, laut dan semua pengisi alam ini adalah sumber inspirasi yang tertuang dalam puisi tentang keindahan alam. Oleh karena itu, banyak para penulis puisi besar menjadikan alam sebagai sumber inspinspirasi.

Temukan kumpulan puisi keindahan alam dalam blog sederhana ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Silahkan klik disini atau kumpulan puisi keindahan alam.

FATAMORGANA

Desir pasir mengikis waktu
Kuning hamparan mati
Tiada kehidupan yang berseri
Gersang di ufuk sahara

Berat langkah ini
Lalui semua dera
Saat mentari tak bersahabat
Membakar setiap keringat yang tertetes

Sendiri ….
Menapaki jejak impian
Sunyi ….
Menemani setiap langkah ini

Kapankah kau tiba
Kesejukan yang dinanti
Terpancar dari bayang gelap
Oase impian para musafir

Ku coba tegarkan kaki ini
Lalui cobaan yang mendera
Dengan pertolongan-Mu ya Allah
Izinkan ku meraih semua mimpi.

by : Jirdi

DAUN TERAKHIR

Diakhir musim semi ini
Derap sepatu melangkah
Akhiri masa libur ini
Canda tawa di musim gugur

Barisan mega
Datang memulai suasana
Sebuah lembaran baru
Saat musim kan berganti

Ketika sang pohon terhenti
Dedaunan yang menguning
Jatuh menutupi alas kaki
Saat mentari hendak berpamit

Angin dingin mulai bergemuruh
Datang dari segala penjuru
Membawa kabar musim dingin
Berhembus membekukan udara

Sang surya telah jauh pergi
Angin dingin semakin erat memeluk
Saat sebutir salju turun
Tutupi daun terakhir yang telah gugur.

by: Jirdi

Ampunan-Mu

Kelam langit
Gelap menutupi malam
Taburan bintang berkedip
Hiasi gelapnya malam.

Dari sebuah surau
Bersama cahaya lentera
Menari-nari sebuah pena
Alirkan suara dihati

Gemuruh halilintar
Sekejap memecah sunyi
Kini bintang terselimuti awan
Basah rintik hujan pun tiba.

Seisi surau pun terbata
Melihat air tangis dari langit
Teriakl gemuruh petir menyambar
Cahaya kilat silaukan hati.

Di malam sunyi ini
Damai nan indah
Mengukir sejarah hidup
Dalam pena yang sederhana

Hari esok ku berharap
Hidupku tak segelap malam ini
Dalam genggaman–Mu ya Rabb
Ku menjerit memohon ampunan-Mu.

by: Jirdi

DUHA

Hamparan mega putih
Menyelimuti langit pagi
Angin dingin mencengkram
Mendung di pagi buta

Sepi jalanan tak bergemuruh
Sunyi pagi ini
Embun yang masih menyapa
Hiasi pagi ini

Kemana engkau sang surya
Cahayamu dinanti bumi
Kesedihan merundung langit
Tetes air pun akhirnya terjatuh

Ya Allah….
Berberkahilah pagi ini
Dengan rahmat-Mu
Kau hidupi kami semua. Amien.

by: Jirdi

Minggu, 27 Desember 2009

CERPEN IBU

cerpen ibuAngin berhembus, membelai bendera-bendera yang berkibar di sekitar lokasi lomba cerpen. Riang tawa anak-anak bersama ibu mereka dalam suasana bahagia. Hari itu, selasa pagi adalah lomba cerpen ibu dan anak yang bertema “cerpen ibu”.

“Ayo anisa, lombanya akan segera dimulai” ucap seorang ibu.

“Ya ummi” ucap seorang anak yang bernama Anisa.

Mereka berdua adalah salah satu peserta lomba yang datang agak kesiangan. Maklum pada hari itu merupakan hari libur nasional sehingga membuat jalanan menjadi macet.

“Assalamu’alaikum!!!” teriak seorang ibu diatas panggung yang akan membuka acara perlombaan tersebut.

“Wa’alaikum salam” jawab peserta lomba serempak.

“Apa kabar hari ini?” Tanya ibu itu.

“Al-Hamdulillah, dahsyat, Allahuakbar” teriak anak-anak yang antusias mengikuti lomba tersebut.

Setelah panjang lebar ibu tadi menerangkan perihal lomba cerpen itu, akhirnya lomba pun dimulai. Kebetulan Anisa dan ibunya mendapat tempat duduk dekat kolam ikan.

“Ummi…., Anisa bingung….” Keluh Anisa.

“kenapa sayang?” Tanya ummi.

"Anisa bingung mau nulis apa?” jawab Anisa.

“Tuh lihat aja ke kolam, barang kali Anisa ingat sesuatu untuk ditulis” saran ummi.

Tanpa pikir panjang Anisa pun menoleh ke kolam itu, disana ia melihat ikan mas, air mancur, bebatuan dan beberapa ekor katak.

“Aha…., Anis punya ide” cetusnya.

“Ayo Anisa, ummi percaya kamu pasti bisa” dukung ummi.

Tak terasa waktupun bergulir, semua peserta menulis cerpennya dengan khusyuk. Walaupun sempat ada sedikit kegaduhan karena ada peserta yang menagis histeris.

“Ya, waktunya tinggal lima menit lagi” ucap seorang ibu diatas panggung.

“Sudah ummi …” ucap Anisa dengan penuh semangat.

Setelah semua cerpen diperiksa oleh panitia, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu pengumuman siapa juara pada lomba cerpen ibu.


“Dan sekarang juara pertama diraih oleh …..” ucap ibu yang berdiri diatas panggung. “Anisa dari SDIT Al-Ukhuwah”.

Sorak tepuk tangan pun terdengar bergemuruh di tempat peserta.

“silahkan kepada dek Anisa untuk membacakan cerpennya” ucap ibu itu.

Setelah Ansia berada diatas panggung, dengan sebuah mic di tangan kanannya, iapun memulai membacakan cerpennya,.

“ikan goreng untuk ummi yang sakit”” ucapnya membacakan judul cerpen itu.

Para peserta pun memperhatikan alur ceritanya. Sebagian diantara mereka ada yang meneneskan air mata karena merasa terharu.

“dan setelah aku dapatkan ikan dari sungai bersama ayah, lalu nenek membantuku memasak ikan itu untuk ku berikan kepada ummi yang sedang sakit di rumah sakit” ucap Anisa menutup cerpennya diiringi riuh suara tepuk tangan dari peserta lomba yang terbawa hanyut oleh alur cerpen buatan Anisa.